Bibit Nasrokhatun Diniah, SKM., M,Kes dan Yuli Desi Amalia, SKM

Tahun 2020 merupakan tahun yang meresahkan bagi seluruh negara termasuk Indonesia. Hal tersebur disebabkan karena adanya wabah virus Corona (Covid-19). Adanya Covid-19 membuat dunia resah termasuk Indonesia. Covid-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Seiring mewabahnya virus Corona atau Covid-19 ke ratusan negara, Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan protokol kesehatan. Protokol tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan RI (2020).

Mengantisipasi dan mengurangi penyebaran virus corona di Indonesia sudah dilakukan di seluruh daerah. Pemerintah Indonesia memberikan kebijakan terkait pencegahan virus corona dengan cara membatasi aktivitas keluar rumah, kegiatan sekolah dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan kegiatan beribadah pun dirumahkan. Hal ini sudah menjadi kebijakan pemerintah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dianalisa dengan maksimal.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 ini menyelenggarakan program KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) yang berfokus pada permasalahan Covid-19. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia agar dapat melakukan upaya pencegahan covid-19 di masyarakat. Kegitan tersebut dilaksanakan salah satunya oleh mahasiswa STIKes Kuningan yang bertempat di Desa Cipondok Kecamatan Kadugede kabupaten Kuningan tahun  2020, sehingga mahasiwa mampu melakukan upaya pencegahan covid-19 di Desa Cipondok Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan tahun 2020.

Kegiatan KKNT yang dilakukan oleh mahasiswa di Desa Cipondok yaitu dimulai pada tanggal 24 Agustus 2020 sampai dengan 24 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 11 mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan. Kegiatan KKNT di Desa Kadugede terdiri dari 3 metode kegiatan diantaranya melakukan suvei terhadap masyarakat untuk diukur pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat, melakukan observasi secara langsung kepada masyarakat, melakukan intervensi secara langsung kepada masyarakat terkait pencegahan covid-19.

Untuk kegiatan survei yang dilakanakan oleh mahasiswa yaitu dengan cara mahasiswa  melakukan survei kepada 10 kepala keluarga dengan menggunakan instumen yang tersistem yaitu menggunakan  inarisk. Variabel yang diukur dalam kegiatan survei tersebut yaitu variabel pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat Desa Cipondok terkait isu Covid-19. Kegiatan survei ini dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada minggu pertama, minggu kedua dan minggu terakhir kegiatan KKNT, hal tersebut dimaksudkan agar dapat diketahui pola perubahan antara pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat terkait isu Covid-19. Berdasarkan hasil survei pada tahap pertama, kedua dan ketiga kepada masyarakat Desa Cipondok diketahui pengetahuan masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, serta perilakunya menjadi berubah ke arah yang lebih baik, yang tadinya tidak mau menggunakan masker karena mengetahui perlunya menggunakan masker jadi masyarakat mau menggunakan masker. Berdasarkan hal tersebut diketahui sebanyak 83% masysrakat Desa Cipondok memiliki pengatahuan yang baik.

Selain mahasiwa melakukan survei mahasiswa juga melakukan intervensi berupa penyuluhan kepada masyrakat agar masyarakat mengetahui akan pentingnya protokol kesehatan. Inervensi yang dilakukan oleh mahasiswa  yaitu penyuluhan terhadap masyarakat secara umum, kepada kader, kepada tokoh masyarakat, kepada anak anak, serta melakukan penyuluhan ketika kegiatan posyandu.

Isi penyuluhan yang disampaikan yaitu terkait isu covid-19 serta upaya pencegahannya yang dapat dilakukan oleh masyarakat, sepeti membiasakan menggunakan masker ketika keluar rumah, membiasakan melakukan cuci tangan pakai sabun, membiasakan jaga jarak, dan lain sebagainya dengan media yang digunakan yaitu poster serta video pencegahan covid-19. Selain penyuluhan terkait pencegahan penularan covid-19, mahasiswa juga melakukan penyuluhan terkit gizi dan pangan yang sangat penting diketahui oleh masyarakat terutama di masa pandemi covid-19 ini. Setelah adanya intervensi masyarakat mulai memahami akan pentingnya protokol kesehatan dan sangat terlihat perubahan perilaku masyarakat, yang tadinya tidak menggunakan masker setelah adanya intervensi jadi mau menggunakan masker, yang tadinya tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun jadi mau membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun, yang tadinya tidak mengerti pentingnya makanan bergizi, masyarakat menjadi mengerti pentingnya hidup sehat serta konsumsi makanan yang bergizi. 

Selain mahasiswa mekukan kegiatan survei, observasi dan intervensi, mahasiswa juga melakukan kegiatan pembuatan produk inovasi terkait pencegahan covid-19 di Desa Cipondok. Produk-produk inovasi yang dibuat oleh mahasiswa di Desa Cipondok yaitu dengan membuat tempat cuci tangan. Pembuatan tempat cuci tangan ini dimaksudkan untuk membantu desa memfasilitasi tempat-tempat cuci tangan yang harus ada di tempat umum, seperti tempat beribadah, pusat desa dan lainnya.

Selain membuat tempat cuci tangan, mahasiswa juga membuat minuman yang disebut MIRAH (Minuman Rempah). Minuman ini dibuat oleh mahasiswa dari bahan bahan rempah sebagai upaya pencegahan covid-19 dengan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu upaya pencegahan covid-19 yang dilakukan oleh mahasiswa di Desa Cipondok yaitu dengan cara praktik pembuatan desinfektan bersama masyarakat Desa Cipondok. Pembuatan desinfektan ini dimaksudkan untuk menjaga kebersihan tempat-tempat umum serta agar masyarakat dapat mempraktikannya di rumah sebagai upaya pencegahan covid-19 yang dapat dilakukan oleh individu/masyarakat.

Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dengan melakukan survei kepada masyarakat Desa Cipondok untuk mengukur pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat dengan menggunakan inarisk. Selain mengukur pengetahuan, sikap serta perilaku menggunakan  inarisk mahasiswa juga melakukan observasi terhadap masyarakat terutama terhadap kebiasaan/perilaku masyarakat di masa pandemi covid-19. Disamping mahasiswa melakukan survei dan observasi mahasiwa juga melakukan intervensi seperti penyuluhan kepada masyarakat Desa Cipondok terkait upaya pencegahan covid-19 dengan menggunakan berbagai instrumen seperti poster dan video.