Ade Saprudin, SKM., MKM

Dalam kondisi saat ini, wabah virus corona bukanlan suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Mengantisipasi dan mengurangi penyebaran virus corona di Indonesia sudah dilakukan di seluruh daerah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 ini menyelenggarakan program KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) yang berfokus pada permasalahan Covid-19. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia agar dapat melakukan upaya pencegahan covid-19 di masyarakat. Kegitan tersebut dilaksanakan salah satunya oleh mahasiswa STIKes Kuningan yang bertempat di Desa Kadugede Kecamatan Kadugede kabupaten Kuningan. Metode dalam kegiatan ini yaitu survei, observasi dan intervensi yang dilakukan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini mahasiwa mampu membuat produk inovasi terkait pencegahan covid-19 berupa hand sanitizer herbal dan Dejapu (Desert Puding jahe) untuk daya tahan tubuh serta upaya pencegahan covid-19. Dengan adanya kegian KKNT ini diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan covid di masyarakat serta mahasiswa mampu befikir kreatif dengan cara membuat produk-produk inovatif terkait pencegahan covid-19 di Masyarakat.

Kegiatan KKNT yang dilakukan oleh mahasiswa di Desa Kadugede yaitu dimulai pada tanggal 24 Agustus 2020 sampai dengan 24 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakn oleh 11 mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan. Kegiatan KKNT di Desa Kadugede terdiri dari 3 metode kegiatan diantaranya melakukan suvei terhadap masyarakat untuk diukur pengetahuan, sikap serta perilakunya terkait Covid-19, melakukan observasi secara langsung kepada masyarakat, melakukan intervensi secara langsung kepada masyarakat terkait pencegahan covid-19.

Untuk kegiatan survei yang dilakanakan oleh mahasiswa yaitu dengan cara mahasiswa melakukan survei kepada 10 kepala keluarga dengan menggunakan instumen yang tersistem yaitu menggunakan inarisk. Variabel yang diukur dalam kegiatan survei tersebut yaitu variabel pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat Desa Kadugede terkait isu Covid-19. Kegiatan survei ini dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada minggu pertama, minggu kedua dan minggu terakhir kegiatan KKNT, hal tersebut dimaksudkan agar dapat diketahui pola perubahan antara pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat terkait isu Covid-19. Berdasarkan hasil survei pada tahap pertama, kedua dan ketiga kepada masyarakat Desa Kadugede diketahui pengetahuan masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, serta perilakunya menjadi berubah ke arah yang lebih baik, yang tadinya tidak mau menggunakan masker karena mengetahui perlunya menggunakan masker jadi masyarakat mau menggunakan masker.
Mahasiswa melakukan intervensi berupa penyuluhan kepada masyrakat agar masyarakat mengetahui akan pentingnya protokol kesehatan. Inervensi yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu penyuluhan terhadap masyarakat secara umum, kepada kader, kepada tokoh masyarakat, kepada anak anak, mahasiswa melakukan penyuluhan ketika kegiatan posyandu serta penyuluhan dilakukan di pondok pesantren.



Isi penyuluhan yang disampaikan yaitu terkait isu covid-19 serta upaya pencegahannya yang dapat dilakukan oleh masyarakat, sepeti membiasakan menggunakan masker ketika keluar rumah, membiasakan melakukan cuci tangan pakai sabun, membiasakan jaga jarak dan lain sebagainya dengan media yang digunakan yaitu poster serta video pencegahan covid-19. Selain melakukan penyuluhan mahasiswa juga berperan aktif dalam mengajak masyarakat untuk dapat beraktivitas fisik dengan cara berolahraga bersama dengan masyarakat, yang tentunya dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat sangat antusias dengan adanya upaya pencegahan Covid-19 tersebut. Hal ini dibuktikan ketika setelah adanya intervensi mahasiswa melakukan observasi kembali kepada masyarakat terkait perilaku pencegahan Covid-19, masyarakat mulai memahami akan pentingnya protokol kesehatan dan sangat terlihat perubahan perilaku masyarakat,yang tadinya tidak menggunakan masker setelah adanya intervensi jadi mau menggunakan masker, yang tadinya tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun jadi mau membiasakn diri mencuci tangan pakai sabun, yang tadinya tidak selalu menyediakan hand sanitizer menjadi selalu siap sedia hand sanitizer.



Selain mahasiswa mekukan kegiatan survei, observasi dan intervensi, mhasiswa juga melakukan kegiatan pembuatan produk inovasi terkait pencegahan covid-19 di Desa Kadugede. Produk-produk inovasi yang dibuat oleh mahasiswa di Desa Kadugede yaitu pembuatan hand sanitizer herbal. Pembuatan hand sanitizer herbal ini bertujuan untuk upaya pencegahan covid-19 dengan cara menjaga kebersihan tangan. Hand sanitizer herbal ini dibuat menggunakan bahan bahan alami yang mudah didapat yaitu daun sirih dan jeruk nipis, sehingga masyarakat dapat membuat sendiri tanpa sulit mencari bahan-bahannya. Selain membuat hand sanitizer herbal , mahasiswa juga membuat makanan dari bahan alami untuk menjaga daya tahan tubuh. Makanan yang dibuat oleh mahasiswa yaitu berupa puding jahe. Puding ini dibuat untuk ntuk menjaga daya tahan tubuh dan memberikan efek hangat terhadap tubuh dari jahe yang ada di dalamnya.